Tegang! Kepulauan Solomon Larang Kapal Angkatan Laut AS Masuk Wilayahnya

Kapal Royal Navy Inggris HMS Spey berlayar di wilayah Pasifik (twitter.com/DailyWorld24)
Honiora – Pemerintah Kepulauan Solomon telah menetapkan
moratorium bagi kapal angkatan laut asing yang masuk ke wilayah perairannya.
Langkah itu berlangsung sambil menunggu proses lanjutan, kata Perdana Menteri
pada Selasa (30/8/2022).
Moratorium tersebut dilakukan usai insiden pekan lalu ketika kapal penjaga pantai
Amerika Serikat (AS), Oliver Henry, dan Royal Navy HMS Spey, tidak dapat melakukan
kontak pelabuhan karena pemerintah tidak merespons permintaan untuk pengisian
bahan bakar dan persediaan.
"Kami telah meminta mitra kami untuk memberi kami waktu untuk
meninjau, dan menerapkan proses baru kami, sebelum mengirim permintaan lebih
lanjut untuk kapal militer untuk memasuki negara itu," kata Perdana
Menteri Mannesseh Sogavare, dikutip Reuters.
Aturan itu disebutnya berlaku secara universal bagi kapal angkatan laut
manapun yang berkunjung ke wilayahnya.
1. Upaya pengawasan atas ZEE
Sogavare menambahkan bahwa langkah tersebut juga dilakukan untuk meningkatkan
pengawasan terhadap zona ekonomi ekslusif (ZEE) negaranya.
“Kepulauan Solomon memiliki pengalaman yang tidak menguntungkan dari kapal
angkatan laut asing yang memasuki perairan negara itu selama tahun ini tanpa
izin diplomatik yang diberikan," kata pernyataan itu tanpa menyebut negara
yang dimaksud.
Moratorium kunjungan kapal angkatan laut akan dicabut ketika aturan baru
telah ditetapkan.
Dalam pidatonya pada Selasa sore, Sogavare mengatakan penundaan atas Oliver
Henry itu karena informasi belum dikirim ke kantornya tepat waktu. Ia juga
mengonfirmasi penundaan dalam menyetujui masuknya kapal Royal Navy Inggris HMS
Spey.
2. Tindakannya disayangkan oleh pihak AS
Dilansir CNN, juru bicara Departemen Luar Negeri AS menyebut tidak adanya
izin atas kapal Oliver Henry untuk bersandar sangat disesalkan.
Kapal itu sedang berpatroli bersama Royal Navy HMS Spey untuk penangkapan
ikan ilegal di Pasifik Selatan untuk agen perikanan regional ketika hendak
mengisi bahan bakar di Honiora.
Sebelumnya, kedutaan besar AS di Australia mengatakan Kepulauan Solomon
telah memberitahu tentang moratorium kapal angkatan laut yang memasuki
pelabuhannya.
"Pada 29 Agustus, AS menerima pemberitahuan resmi dari pemerintah
Kepulauan Solomon mengenai moratorium semua kunjungan angkatan laut, menunggu
pembaruan dalam prosedur protokol," kata kedutaan dalam sebuah pernyataan.
Kedutaan menambahkan bahwa mereka tengah memantau situasi lebih lanjut.
3. Ketegangan hubungan AS dan Kepulauan Solomon
Hubungan AS dan Kepulauan Solomon semakin tegang dalam beberapa waktu
terakhir sejak Honiora menandatangani pakta pertahanan bersama Beijing pada
April lalu.
Kedua pihak mengatakan tidak ada pangkalan militer China. Meski demikian,
sebuah draft bocor yang menunjukkan pengisian ulang kapal angkatan laut China
di kepulauan tersebut.
Pada Senin, juru bicara Dewan Keamanan Nasional, John Kirby, menyayangkan gertakan
dan pemaksaan yang dilakukan China terhadap negara-negara di Indo-Pasifik demi
tercapainya kepentingan nasional egoisnya, daripada kepentingan kawasan yang
lebih luas.
Sementara itu, juru bicara pertahanan Australia mengatakan, izin diplomatik
atas kunjungan kapal angkatan laut adalah urusan pemerintah Kepulauan Solomon
sendiri.
"Australia terus bekerja sama dengan Kepulauan Solomon untuk memenuhi prioritas keamanannya dan tujuan keamanan laut kolektif kawasan itu," kata juru bicara itu.
-zp
Komentar
Posting Komentar